|
|
|
Awas, Penipuan Berkedok Undian Pro-XL
Akhir-akhir ini penipuan dengan berbagai modus makin marak. Mulai dari mencatut nama orang-orang beken hingga penipuan melalui voucher ponsel. Kini mulai marak lagi penipuan dengan kedok hadiah yang mengatasnamakan "Undian Berhadiah proXL". Tentu saja pihak proXL (PT Excelcomindo Pratama) marah-marah dan segera memberikan penjelasan. Seperti diketahui, akhir-akhir ini, terjadi penipuan berkedok program undian/promosi berhadiah yang mengatasnamakan Excelcom (proXL) atau kemitraan proXL dengan suatu instansi seperti bank dan perusahaan telekomunikasi lain. Modusnya adalah dengan mengirimkan SMS atau pemberitahuan melalui telepon, baik ke nomor ponsel maupun fixed phone kepada calon korbannya bahwa si calon korban telah memenangkan hadiah dari promosi yang dilakukan oleh Excelcom/proXL. Nama promosi tersebut bisa bermacam-macam, antara lain “Voucher Emas”. Korban kemudian diminta untuk mengirimkan sejumlah uang ke nomor rekening tertentu sebagai pajak undian, atau membeli sejumlah pulsa isi ulang dan menyebutkan 14 digit kode rahasia pengisian pulsa kepada si penelepon yang ternyata penipu itu. Yang terbaru adalah meminta korban melakukan registrasi internet di ATM salah satu bank, kemudian memberitahukan password korban kepada si penelpon yang ternyata penipu tersebut. Menurut Excelcom, yang mengirimkan penjelasannya ke M-Web Finance, pihaknya tidak pernah melakukan promosi/undian berhadiah seperti itu. Sedangkan undian yang kini sedang digelar Excelcom adalah “Jutawan proXL”.Namun, pelaksanaan kuis tersebut, sama sekali pemenang tidak diminta mengirim uang atau membeli pulsa isi ulang/registrasi internet dan semacamnya."Selain itu, kami selalu mensosialisasikan terlebih dahulu program-program yang kami adakan kepada masyarakat melalui media massa, termasuk bila mengadakan promosi berhadiah," demikian Excelcom. Dalam hal ini, pihak perusahaan operator GSM itu mewanti-wanti agar masyarakat dan khususnya pengguna kartu proXL berhati-hati terhadap penipuan berkedok undian berhadiah semacam ini.Dan bila ada yang menerima SMS atau telepon mengenai undian berhadiah mengatasnamakan Excelcom/proXL, sebaiknya melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke layanan pelanggan proXL di nomor 021-57959818 atau 818 dari ponsel proXL
Awas Penipuan Gaya Baru
Tukang tipu memang harus kreatif. Apalagi di jaman susah seperti sekarang, macam-macam saja gaya orang melakukan penipuan, dari yang kecil sampai besar. Salah satunya, penipuan dengan kuis. Salah satunya, dilakukan langsung di depan pertokoan serba ada.
Satu modus operandi penipuan kuis seperti yang dialami Ita --bukan nama sebenarnya- di depan Mal Depok pada hari Kartini lalu. Keluar dari pusat perbelanjaan Hero di jalan Margonda Depok, ia bertemu dua orang berpakaian seragam ala salesman.
Lantaran hari itu adalah hari Kartini, mereka mengatakan sebagai perwakilan sebuah perusahaan kosmetik akan bagi-bagi hadiah gratis. Caranya, Ita diminta menebak pertanyaan yang mereka ajukan. Pertanyaannya ternyata mudah saja. "Dimana kota mode di dunia?" kata salesman itu. Langsung saja Ita menjawab Paris, dan jawabannya dibenarkan.
Ita pun diberi selamat pura-pura. Ia berhak mendapat hadiah berupa sebuah compact powder yang katanya merk luar negeri. Ita pun diminta mencatatkan namanya pada sebuah daftar pemenang yang mereka bawa sebagai arsip.
Usai menebak pertanyaan pertama, kedua pria tadi juga memberikan hadiah bonus berupa lipstick dan sebuah lilin hias karena hari itu adalah hari Kartini. Ita pun terkaget-kaget kesenangan. Kedua salesman pun buru-buru membungkus hadiah ke dalam sebuah tas plastik untuk dibawa oleh mahasiswa itu.
Ternyata, untuk bisa membawa pulang hadiah itu, Ita diminta membayar ongkos kirim dari luar negeri sebesar Rp 29.900, dari harga barang seharga Rp 169.900. "Karena ini hadiah kuis, jadi kami hanya mengambil biaya distribusi dari luar negeri saja," ujar salah seorang salesman.
Memang Ita sedang kurang waspada, ia pun langsung membayar barang yang diterimanya. Belakangan Ita mengetahui kosmetik yang dibilang dari luar negeri itu merupakan tata rias palsu yang sering dijajakan di kaki lima. Kualitasnya pun diragukan dengan harga banting yang sama sekali jauh di bawah ongkos kirim.
Para salesman gadungan ini pun tidak berada di satu tempat. Mereka berpindah-pindah dari satu mal ke mal lainnya. Kadang malah mendatangi rumah-rumah, mengatakan bahwa mereka ingin mengadakan survei atau kuis berhadiah. Kalau beroperasi di depan mal, mereka tidak pernah sendiri. Biasanya berdua-berdua, sebanyak lima atau enam orang.
Penipuan kuis juga sudah lama bergulir. Biasanya para penipu ini mengatasnamakan sebuah stasiun televisi. Penipu akan menghubungi lewat telephone si korban dan mengatakan bahwa mereka menerima hadiah berupa mobil atau barang elektronika lainnya. Lalu, korban diminta membayar sejumlah uang ke rekening tertentu --bank BCA misalnya- sebagai biaya pajak.
Untuk meyakinkan korban, penipu akan memberikan sebuah nomor handphone. Nomor itu menurut mereka adalah nama seorang perwakilan di kepolisian --biasanya dibilang seorang pejabat kepolisian di Polda Metro Jaya- yang sebenarnya adalah komplotan mereka sendiri.
Calon korban pun menelpon nomor handphone tadi, dan suara di seberang mengatakan bahwa mobil atau hadiah lainnya sudah ada dan disimpan di Komdak, siap untuk diambil. Setelah korban yakin, maka ia pun akan mentransfer sejumlah uang ke rekening yang disebutkan. Namun, sayang setelah didatangi di kantor kepolisian, ternyata nama di handphone itu palsu dan hadiah berupa mobil tidak ada di sana.
Korban yang apes pastinya akan menelpone nomor handphone itu kembali. Ternyata, handphone sudah berpindah tangan, dan dana dalam rekening BCA tadi telah ditarik semuanya oleh pemilik yang beridentitas palsu. Jadi, sebelum bergembira ria karena menerima hadiah kuis lebih baik timbang-timbang dahulu.(rin)
Sumber: LippoStar Jumat, 18/5/2001, 22:18
|